GITJ KEDUNG PENJALIN
gitj

HIDUP BERGUNA BAGI ORANG LAIN

 

 “ Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani, yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.” (1 Ptr 2:5)

 

Bacaan 1 Petrus 2:4-25

 

Pernahkah merasa hidup serasa tidak berguna?  Hati-hati, karena perasaan itu jika tidak dikendalikan dapat menyebabkan tindakan-tindakan negatif dalam kehidupan kita.  Orang yang merasa tidak berguna hidupnya, akan menyakiti diri sendiri, dan bisa juga orang lain.  Adanya pembunuhan demi pembunuhan yang banyak diberitakan oleh media massa, bisa jadi karena dipicu oleh perasaan hidup tidak bergun tidak berguna pelakunya.

Dalam suratnya, Rasul Petrus mengingatkan bahwa kehidupan orang-orang Kristen yang pada saat itu menyebar di berbagai wilayah Asia dan Eropa memiliki kehidupan yang sangat berguna.  Mengapa demikian?  Mereka tinggal di sekitar orang-orang yang tidak percaya.  Oleh karena itulah segala sepak terjang kehidupannya menjadi sangat berarti, karena melalui merekalah nama Kristus dikenal.

Oleh karena itulah hidup orang Kristen diharapkan dapat menjadi batu yang hidup untuk suatu pembangunan, yakni pembangunan rumah rohani.  Dengan demikian diharapkan, melalui kesaksian hidup orang Kristen sehari-hari, keluarga, masyarakat yang belum percaya, biarlah dapat mengenal Tuhan Yesus dan akhirnya dapat menerima dan memuliakan nama-Nya.   

Oleh karena itulah orang Kristen diperintahkan untuk hidup kudus (1:15, 16).  Selain itu diperintahkan juga supaya memiliki cara hidup yang baik (2:12).  Cara hidup yang baik itu ditunjukkan dalam kehidupan suami istri di rumah, orang tua kepada anak, hamba kepada tuan dan sebaliknya, dan warga Negara kepada pemerintahnya yang tengah berkuasa.  Selain itu juga diperintahkan supaya hidup saling mengasihi satu sama lain dengan sungguh-sungguh (3:8, 9).  Jika terpaksa orang Kristen menderita, hendaklah bukan karena berbuat jahat tetapi karena pembelaan iman Kristen (4:14-16).

Memang tidak ada orang di dunia ini yang senantiasa memiliki keberuntungan dalam hidupnya.  Namun apa pun dan bagaimanapun keberadaan kita, hendaknya kita senantiasa memiliki prinsip, bahwa hidup kita adalah sungguh berguna.  Tuhan mau kita menjadi “batu-batu yang hidup” bagi kemuliaan nama-Nya.  Oleh karena itu kita harus bangkit untuk menyongsong panggilan-Nya! (SB)

Renungan Harian